Sebuah kata yang mungkin bagi sebagian besar orang hanya gabungan beberapa huruf yang apalah itu maknanya. Tapi bagi saya, satu kata ini adalah segala nya. Kunci sukses. Ya, sebuah kunci untuk menuju kesuksesan di segala sendi-sendi kehidupan...
*
Alasan saya menulis artikel ini sebenarnya karena belakangan ini saya selalu menemukan atau mendengar kata profesionalisme dimana-mana, tentu saja secara tidak sengaja. Mungkin sebelumnya sudah saya singgung di posting sebelumnya, ketika membaca blog Bambang Pamungkas, saya menemukan kalimat - yang entah mengapa selalu melekat di hati saya - kira-kira berbunyi: "Apapun jenis profesinya, asal setiap orang berusaha keras, maksimal, dan profesional dalam menjalankannya, maka sejatinya mereka sedikit banyak telah membantu bangsa & negara". Sejenak saya berpikir, coba bayangkan bila setiap manusia bekerja maksimal dalam setiap komponen pekerjaannya, tanpa kecurangan atau rasa malas, pastinya dunia akan menjadi tertib. Sekecil atau setidak prestisius apapun jenis profesinya, coba bayangkan bila mereka tetap semangat dan maksimal menjalaninya, secara tidak langsung mereka akan meraih jabatan yang lebih tinggi lagi. Itulah arti profesional.
*
Kalimat Bepe tsb. diikuti kisahnya, kala itu ia harus menerima keputusan pahit Alfred Riedl yang membangku-cadangkannya selama Piala AFF 2010. Sebagai pemain senior wajar saja bila dia ngambek atau malah bisa-bisa keluar timnas, pikir saya waktu itu. Akan tetapi diluar dugaan, Bepe malah menerima dengan lapang dada keputusan pelatih asal Austria itu. Cerita itu diiringi sebuah kalimat yang lagi-lagi, membuat saya tersenyum: "Karena memang begitulah cara kerja orang-orang profesional.".
*
Masih dari sudut pandang sepakbola, belakangan banyak dikabarkan salah satu klub ISL, Arema Indonesia mengalami masalah krisis finansial dan kekacauan internal. Berhubung Arema adalah klub favorit saya, saya pun heran. Saya pun teringat kasus tertundanya pembayaran gaji pemain selama 2,5 bulan ini sudah mulai terjadi sejak musim lalu, yang saya herankan adalah, kenapa pemain-pemain Arema tidak pernah mengeluh? Jarang terdengar kabar mereka mogok main atau ingin hengkang karena tidak mendapat haknya. Ya, mereka sudah menunjukkan jiwa profesionalisme. Sebelum menulis post ini, saya sedang menonton pertandingan Arema vs klub Korea (lupa namanya) di Korea dalam ajang AFC Cup. Bung Towel dengan cerdasnya berkata seperti ini: "Kita harus salut ya sama Arema. Meski sudah tidak ada peluang untuk lolos, mereka tetap datang ke Korea. Padahal keadaan tim sedang sangat tidak kondusif. Tapi itulah yang memang harus mereka lakukan sebagai pesepakbola profesional. Setuju, Bung!
*
Seakan mendapatkan hidayah, ketika menonton serial TV favorit saya, How I Met Your Mother, saya mendapatkan kesimpulan. Pemeran utamanya yang bernama Ted Mosby menceritakan temannya Robin. He said: "Robin had always believe that the key to success was intelligence, hard work, and profesionalism". It's so true! Kesimpulan yang sempurna. Disitu juga diceritakan bahwa Robin bekerja sebagai pembawa acara berita pagi (pukul 4 pagi) di sebuah stasiun TV. Pekerjaan yang enggak banget buat anchor sekelas dia. Akan tetapi, disitulah jiwa profesionalitasnya. Robin tetap kerja maksimal, walaupun sedikit sekali warga New York yang menonton program tsb (secara jam 4 pagi).
*
Profesional adalah menjalani setiap pekerjaan yang telah kita pilih dengan maksimal, tanggung jawab, dan kerja keras. Percayalah, profesionalisme akan membawa kita ke kesuksesan. Memang tidak mudah, saya pun masih belum bisa seperti itu di setiap pekerjaan yang saya lakukan. Kelemahan saya adalah ego yang cukup tinggi. Bila pekerjaan saya tidak begitu dilihat atau dihargai, biasanya saya akan malas-malasan. Akan tetapi mulai sekarang akan saya coba rubah sedikit demi sedikit. Profesionalisme adalah nomor satu. Tapi itu semua tidak akan begitu terlihat manfaatnya bila hanya saya seorang. Bagaimana kalau Anda juga?

0 people said:
Post a Comment