Seperti apa sih pribadi yang unggul itu? Pekerja keras, penyabar, pintar, ramah, supel, atau baik terhadap semua orang? Semuanya benar. Bila digali lebih dalam, masih banyak lagi karakter-karakter positif yang dapat menjadikan seorang individu bernilai plus. Tetapi tanpa disadari, semua hal diatas tidak ada gunanya bila tidak diiringi dengan satu karakter manusia terpenting dalam hidup ini, yaitu Kejujuran.
*
Jujur pada diri sendiri sejatinya lebih sulit dibanding kepada orang lain. Ketika dihadapkan pada pilihan atau persoalan yang rumit, sebenarnya hati kecil kita, yaitu pikiran bawah sadar kita pasti memilih. Kita pun sebenarnya tahu akan hal itu. Tetapi seringkali kita menyangkalnya dengan menumpuk pilihan si hati kecil ini dengan hal-hal emosional. Ya, emosi memang bisa mengalahkan segalanya..
*
Kejujuran pada orang lain juga tak kalah dilema. Mengatasnamakan kedok ‘takut menyinggung perasaan’, orang lebih memilih untuk tidak mengungkapkan kenyataan untuk menjaga perasaan si lawan bicara yang bersangkutan. Hal ini betul adanya, dan tujuannya pun mulia. Berbohong-bohong kecil memang tidak menimbulkan dampak besar, tapi bila terbiasa, tidak menutup kemungkinan akan menuntun kita ke kebohongan yang lebih besar lagi bukan?
*
Mungkin inilah jawaban dari istilah Diam Itu Emas. Diam akan menjadi tindakan yang sangat tepat bila dilakukan pada saat yang tepat pula. Ketika kita dihadapkan pada pilihan sulit apakah harus berbohong untuk menjaga perasaan orang lain, atau harus berkata jujur, diam adalah solusinya. Jangan salah mengartikan, diam disini bukan berarti mengunci mulut dan tidak menjawab pertanyaan orang lain. Itu akan menjadi tidak sopan. Diam disini adalah semaksimal mungkin untuk tetap berada pada posisi netral, tidak memberikan jawaban yang cenderung mengarahkan kita pada posisi berbohong atau benar. Bila dimungkinkan, sedikit menghindar boleh jua dicoba. Intinya, carilah jawaban alternatif yang menimbulkan dampak negatif paling sedikit.
*
Salah satu sifat terpuji Nabi Muhammad SAW yang paling dibanggakan oleh seluruh umatnya adalah Al-Amin, artinya Jujur. Fakta ini membuktikan bahwa kejujuran merupakan salah satu kunci terpenting menjalani kehidupan ini. Sudah sepantasnya seluruh masyarakat bangsa Indonesia ini meniru keteladanan Nabi Muhammad. Terutama untuk para petinggi Negeri ini, sesungguhnya hanya kejujuran lah yang diinginkan rakyatmu selama ini.
*
Kejujuran itu dapat dianalogikan seperti sebuah kertas. Sekali saja lecak, semaksimal apapun dihaluskan, kertas itu tidak akan pernah kembali ke bentuk semula. Sekali saja orang berbohong, terutama untuk hal-hal fatal, mengembalikan kepercayaan orang lain terhadapnya tidak akan semudah membalikkan telapak tangan.
*
Mungkin setelah membaca artikel sampai baris ini, Anda berpikir “Hari gini masih polos? Jaman sekarang nggak bisa survive kalau nggak licik”. Dua hal ini berbeda. Polos adalah berbicara apa adanya tanpa memperhatikan efek di sekitarnya. Sedangkan kejujuran yang baik selalu mempertimbangkan baik dan buruk dampak yang akan terjadi ketika akan mengungkapkan fakta. Bila sudah memiliki niat baik, InsyaAllah akan diiringi dengan hasil baik pula.
*
Seperti dikatakan dalam artikel ini, sifat jujur adalah mahkota kehidupan. Kejujuran adalah sifat mulia untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Bila setiap aktivitas yang kita laksanakan setiap hari dilandasi oleh kejujuran, itu artinya kita telah selangkah lebih maju untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

